Senin, 28 November 2016

Selimut Kabut

Malam, saat kabut tebal turun ke jurang kita. Menyelimuti kita semua diantara jutaan cahaya bintang. Aku di sana bersama mereka, jiwa penuh rahasia. Dingin menerpa, tapi masih sanggup kutahan dengan segala yang ada. Momen terbaik bagi jiwa-jiwa penuh rahasia, begitu juga bagiku. Menatap langit penuh bintang di jurang kita. Jurang penuh kekeluargaan. Meski selimut kabut begitu tebal, kita kuat.
Adalah aku, yang tenggelam sendiri dengan berbagai rahasiaku. Malam berbintang, kabut menebal menambah kentalnya rahasia itu. Saat aku ingin memeluk rasa itu sendiri, hal manis datang. Tak perlu kuceritakan, karena itu akan terkesan konyol. Hal kecil yang membuat jiwa penuh rahasia ini jadi sedikit hangat. Sedikit darinya, menjadi indah bagiku. 
Kubiarkan jiwaku terbang, bersama kabut tebal yang perlahan meninggi.
Juga bersama hal manis yang perlahan sirna.




-dariku, jiwa penuh rahasia.

2 komentar: