Senin, 02 Januari 2017

Temu - Rindu



Menjelang pergantian tahun, orang-orang mulai merangkum perjalanan satu tahunnya. 
Melalui banyak tempat, banyak kegiatan, banyak sekali waktu. 
Serta banyak rindu.
Bicara tentang rindu. Kenapa rindu itu ada? 
Ya, Karena banyak hal yang sudah dilalui bersama dengan yang dirindui. 
Karena banyak waktu dilalui bersama sesuatu yang dirindui. 
Karena banyak kegiatan dilakukan bersama yang dirindui.
Semua karena terbiasa. Biasa bersama atau dibiasakan bersama. 
Sehingga jadi terbiasa. 
Tapi tiba-tiba tertahan karena adanya jarak. Mungkin jarak ruang atau jarak waktu.
Lalu, harus kuapakan rindu ini? Memendam rindu bukan hal yang mudah, sepertinya. 
Bukan pula aku ahlinya. 
Hanya orang berhati kuat yang mampu menahannya.
Namun rindu hadir karena seringnya temu sebelum semua berjarak bukan? 
Begitu pun sebaliknya.

Kata sebagian orang, temu adalah obat rindu. Meledakkan semua kerinduan yang telah dipupuk sekian waktu dengan tawa, canda, kebersamaan.
Namun, hei! Bertemu itu juga akan memupuk rindu. Setelah ada temu, rindu akan makin menjadi. Rindu kita semakin matang, ingin segera memetik rindu dan bertemu lagi.

Kita hanya akan berputar-putar di lingkaran temu dan rindu. Menikmati sendunya sendiri dan berjuang demi semua yang dirindui.
Itulah yang ingin diajarkan jarak kepada kita. Menghargai sepi, menghargai ruang sendiri.
Sebelum nantinya jarak akan menghilang dan mempertemukan semua rindu kita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar